Saturday, May 3, 2025

Quiz Pengembangan Aplikasi Bisnis

 

Soal 1: Analisis Kebutuhan Pengguna

Langkah-langkah mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan bisnis untuk aplikasi "InovasiMart":

  1. Stakeholder Identification
    Mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, seperti pelaku UMKM, pembeli, pemilik startup, dan pengelola logistik.

  2. User Research

    • Observasi Lapangan: Mengunjungi lokasi UMKM di daerah pedesaan untuk memahami cara mereka bekerja.

    • Wawancara: Bertanya langsung kepada pelaku UMKM tentang kebutuhan, kesulitan, dan harapan terhadap aplikasi.

    • Kuesioner: Menyebarkan survei ke target pengguna untuk mengumpulkan data kuantitatif.

  3. Analisis Proses Bisnis Saat Ini
    Menganalisis alur bisnis manual mereka saat ini, termasuk bagaimana mereka memasarkan, menjual, dan mengirimkan produk.

  4. Menyusun User Persona
    Membuat representasi pengguna berdasarkan hasil riset, termasuk kebutuhan, keterbatasan teknologi, dan tingkat literasi digital.

  5. Mendefinisikan Kebutuhan Fungsional dan Non-fungsional
    Contoh kebutuhan fungsional: upload produk, pembayaran digital, notifikasi pengiriman.
    Contoh non-fungsional: aplikasi ringan, dukungan offline, keamanan data.

Metode yang dipilih: Wawancara, observasi, dan persona analysis, karena metode ini paling sesuai untuk kondisi pedesaan dan keterbatasan teknologi.

 

Soal 2: Evaluasi Strategi Pengembangan

Waterfall:

  • Kelebihan: Terstruktur, mudah dimanajemen, cocok untuk proyek dengan kebutuhan tetap.

  • Kekurangan: Sulit beradaptasi dengan perubahan, tidak fleksibel, feedback pengguna lambat diterima.

Agile:

  • Kelebihan: Iteratif, cepat beradaptasi dengan perubahan, melibatkan pengguna di tiap tahap, memungkinkan rilis cepat.

  • Kekurangan: Membutuhkan tim yang fleksibel dan komunikasi intensif, dokumentasi bisa minim.

Rekomendasi: Pendekatan Agile lebih sesuai.
Alasannya: Startup seperti InovasiMart membutuhkan kemampuan adaptasi tinggi terhadap kebutuhan pasar dan umpan balik pengguna yang cepat, terutama karena pengguna UMKM kemungkinan memberikan masukan setelah mencoba fitur secara langsung.

 

Soal 3: Sintesis Desain Antarmuka

Konsep UI/UX untuk UMKM Pedesaan:

  • Tampilan Sederhana dan Ikonik
    Gunakan ikon besar, teks sederhana (bahasa lokal bila perlu), dan navigasi linear (step-by-step).

  • Fitur Utama:

    • Katalog Produk: Mudah mengunggah foto, input nama dan harga.

    • Keranjang dan Pembayaran: Tampilan jelas, metode pembayaran lokal (e-wallet, transfer bank).

    • Notifikasi Sederhana: Info status pesanan dengan ikon mudah dimengerti.

    • Panduan Pemakaian: Tutorial visual atau video pendek.

    • Bantuan Cepat (Live Chat atau WA).

Manfaat Desain:

  • Meningkatkan keterlibatan dengan pengalaman pengguna yang ramah dan tidak membuat bingung.

  • Meningkatkan kenyamanan karena user bisa menjalankan aplikasi dengan minim bantuan teknis.

     

    Soal 4: Analisis Keamanan Data

    Potensi Risiko Keamanan:

  • Kebocoran Data Pribadi: Nama, alamat, nomor HP.

  • Penyalahgunaan Data Transaksi.

  • Serangan Phishing atau Malware.

  • Akses ilegal ke akun pengguna.

Strategi dan Teknologi Perlindungan:

  1. Enkripsi Data (AES untuk penyimpanan, TLS untuk transmisi).

  2. Autentikasi Ganda (2FA) untuk akun pengguna.

  3. Validasi Input untuk mencegah injection dan XSS.

  4. Backup Rutin dan Recovery Plan.

  5. Firewall & Proteksi Aplikasi Web (WAF).

  6. Edukasi Pengguna tentang keamanan digital.

Manfaat Strategi:
Solusi ini menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Edukasi juga membantu pengguna agar tidak menjadi target penipuan.

 

Soal 5: Evaluasi Dampak Sosial

Dampak Positif:

  • Akses Pasar Lebih Luas bagi UMKM pedesaan.

  • Digitalisasi Usaha mendorong efisiensi dan pencatatan lebih baik.

  • Peningkatan Literasi Digital.

  • Pemberdayaan Ekonomi Lokal.

Dampak Negatif:

  • Ketimpangan Akses Teknologi (bagi daerah tanpa internet).

  • Ketergantungan Platform.

  • Risiko Penipuan Digital.

Langkah Mengelola Dampak:

  1. Pelatihan Digital untuk pengguna baru.

  2. Pendampingan UMKM secara berkala.

  3. Dukungan Offline atau Fitur Lite Mode.

  4. Sistem Pelaporan dan Proteksi Konsumen.

  5. Kampanye Literasi Keamanan Digital.

 

  •  

 

 

Friday, March 21, 2025

Arsitektur Aplikasi Perangkat Lunak untuk Bisnis

    Arsitektur aplikasi adalah struktur, interaksi, dan cara komponen perangkat lunak berfungsi, mencakup beberapa elemen seperti hubungan antar modul, pola desain, serta aturan dan standar yang digunakan dalam pengembangan


Prinsip Desain Arsitektur
    Prinsip desain arsitektur mencakup modularitas dan penggunaan standar yang membantu menciptakan aplikasi yang lebih mudah dikelola.


Jenis-jenis Arsitektur Aplikasi
    Jenis arsitektur seperti microservice, monolith, dan serverless yang masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulan tergantung pada kebutuhan aplikasi yang dibangun.


Arsitektur Software untuk Bisnis

Multithread
    Multithread adalah teknik pemrograman yang memungkinkan beberapa bagian dari kode dijalankan secara bersamaan. Menggunakan kemampuan prosesor untuk melakukan multitasking sehingga meningkatkan peforma aplikasi.

    Meskipun demikian multithread juga memiliki kekurangan seperti deadlock race conditions dan kompleksitas dalam manajemen thread.

    Rancangan sistem multithread melibatkan pemisahan tugas ke dalam thread yang berjalan secara paralel.

    Untuk menghindari race condition dapat menggunakan teknik singkronisasi dalam mengatur akses thread seperti :

  • Teknik Mutex
  • Teknik Semaphores
  • Teknik Barriers

Bahasa pemrograman yang dapat digunakan seperti Java, C#, dan Python.

Simulasi Bisnis dan Desain Usaha (Business Simulation and Venture Design)



 

Simulasi bisnis dinilai penting bagi wirausahawan dalam pengambilan keputusan. Simulasi mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. sehingga memungkinkan wirausahawan untuk menyempurnakan strategi mereka berdasarkan hasil simulasi

Komponen simulasi bisnis adalah sebagai berikut :

  • Pengembangan skenario
  • Peran aktor
  • Alokasi sumberdaya
  • Metrik kinerja


Terapat beberapa perangkat lunak yang dijadikan alat untuk simulasi bisnis seperti :

  • Simul8
  • AnyLogic
  • Business Simulations Inc


    platform diatas menyediakan fitur, kompleksitas dan penyesuaian untuk berbagai kebutuhan simulasi bisnis.


Desain Usaha


    Desain usaha merupakan proses menciptakan usaha / bisnis ari konsep hingga implementasi.


Langkah-langkah mendesain usaha

  • Pembuatan ide
  • Analisis kelayakan
  • Pengembangan Rencana Bisnis



Mengidentifikasi Kebutuhan dan Peluang Pasar

    Perlu dilakukan riset pasar secara menyeluruh untuk memahami kebutuhan pasar. Mengidentifikasi kesenjangan pasar dapat menghasilkan solusi inovatif yang memenuhi permintaan secara efektif.


Membuat Kanvas Model Bisnis

    Kanvas Model Bisnis merupakan kerangka kerja visual yang berisi komponen utama dari sebuah model bisnis seperti proposisi nilai, segmen pelanggan dan aliran pendapatan.


Pengembangan Strategis untuk Keberhasilan Bisnis

  • Menetapkan tujuan bisnis
    • Tujuan bisnis yang jelas mendorong fokus organisasi dan memotivasi kinerja tim
  • Analisis Persaingan
    • Memahami pesaing sangat penting untuk memposisikan usaha Anda.
  • Penilaian dan Manajemen Risiko
    • Mengidentifikasi risiko potensial sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
  • Mengembangkan Strategi Pemasaran
    • Strategi pemasaran yang kuat memastikan bahwa produk menjangkau audiens target secara efektif.

Saturday, March 15, 2025

Rangkuman dan Kesimpulan Jurnal "Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Untuk Bisnis Pariwisata Indonesia"

 Rangkuman dan Kesimpulan Jurnal

Judul: Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Untuk Bisnis Pariwisata Indonesia
Rangkuman

Pembuat Jurnal:
Nama: Bintang Arkaan Amin & Syarif Hidayat

Institusi: Program Studi Sistem Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Pariwisata merupakan sektor penting bagi perekonomian Indonesia, tetapi pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan drastis dalam jumlah wisatawan. Untuk mengatasi tantangan ini, konsep smart tourism diusulkan sebagai solusi inovatif guna meningkatkan pengalaman wisatawan secara interaktif dan menarik.

Penelitian ini mengembangkan aplikasi Quexp, yang menggunakan elemen gamifikasi seperti misi, tantangan, dan penghargaan bagi pengguna yang menyelesaikan aktivitas wisata. Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan minat wisatawan dalam mengeksplorasi destinasi, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Proses pengembangan aplikasi menggunakan metode ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Teknologi yang digunakan meliputi Android Studio, Kotlin, dan 000webhost sebagai database. Pengujian dilakukan dengan metode black box testing, yang menunjukkan hasil valid untuk seluruh fitur aplikasi.
Kesimpulan

Aplikasi Quexp menawarkan inovasi dalam promosi destinasi wisata melalui pendekatan smart tourism dan gamifikasi. Dengan fitur-fitur interaktif seperti pencarian lokasi wisata, pemindaian QR Code, serta penggunaan Augmented Reality (AR), aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan dan membantu pemulihan industri pariwisata pasca-pandemi.

Implementasi aplikasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung bisnis pariwisata Indonesia agar lebih kompetitif dan menarik bagi wisatawan lokal maupun internasional.

 

 

Link Jurnal : https://journal.stmiki.ac.id/index.php/jimik/article/view/766/621

Pertemuan 1 Pengembangan Aplikasi Bisnis


 A. Definisi Pengembangan Aplikasi Bisnis

    Pengembangan aplikasi bisnis adalah suatu proses untuk membuat perangkat lunak yang membantu menjalankan aktivitas bisnis organisasi secara efisien mencakup berbagai bidang, termasuk manajemen, inventasi, keuangan dan SDM


B. Jenis-jenis aplikasi bisnis

    Terdapat berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan berbeda, misal ERP untuk manajemen sumber daya, CRM untuk hubungan pelanggan, BI untuk analisis data, serta SCM untuk pengelolaan rantai pasokan. berikut adalah contoh jenis-jenis aplikasi bisnis :


  • Enterprise resource planning (ERP)

    ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang mengelola berbagai bagian penting dalam sebuah perusahaan atau organisasi dalam satu aplikasi terintegrasi. Dengan ERP, proses seperti keuangan, inventaris, produksi, SDM, dan lainnya bisa dikelola lebih efisien tanpa perlu sistem terpisah. ERP membantu bisnis bekerja lebih cepat, teratur, dan terkoordinasi.

 

  • Customer Relationship Management (CRM)

    CRM (Customer Relationship Management) adalah sistem yang membantu perusahaan mengelola hubungan dengan pelanggan. Dengan CRM, bisnis bisa menyimpan data pelanggan, melacak interaksi, mengatur penjualan, dan meningkatkan layanan agar pelanggan lebih puas. Intinya, CRM membantu bisnis menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan!


  • Business Intelligence (BI)

    BI (Business Intelligence) adalah teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menampilkan data agar perusahaan bisa mengambil keputusan yang lebih baik. Dengan BI, data yang rumit bisa diubah menjadi laporan atau grafik yang mudah dipahami, sehingga bisnis bisa melihat tren, peluang, dan masalah dengan lebih jelas. Intinya, BI membantu bisnis membuat keputusan berdasarkan data, bukan sekadar feeling!

 

  • Supply Chain Management (SCM)

SCM (Supply Chain Management) adalah sistem yang mengelola alur barang dan jasa, mulai dari bahan baku hingga produk sampai ke pelanggan. Dengan SCM, perusahaan bisa memastikan produksi, distribusi, dan pengiriman berjalan lancar, efisien, dan tepat waktu. Intinya, SCM membantu bisnis mengatur rantai pasokan agar lebih hemat biaya dan tidak ada keterlambatan!



C. Tahap Pengembangan Aplikasi Bisnis

    berikut adalah tahap-tahap pengembangan aplikasi bisnis :

 

  • Analisis Kebutuhan Bisnis

    Sebelum dimulainya pengembangan aplikasi bisnis, diperlukan analisis untuk memahami kebutuhan pengembangan aplikasi bisnis.


  • Perancangan Sistem

Pada tahap ini dilakukan perancangan flow aplikasi, desain UI/UX, serta struktur data yang digunakan.

 

  • Pengembangan Aplikasi

    Tahap ini merupakan tahap dimulainya pembuatan aplikasi menggunakan teknologi dan platform yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya, seperti penggunaan bahasa pemrograman, framework, dan library.

 

  • Pengujian

    Tahap pengujian cukup penting guna memastikan aplikasi berjalan dengan baik.

 

  • Implementasi dan Pemeliharaan

    Setelah pengujian tahap selanjutnya diterapkan pada production environment. Tahap ini juga tidak kalah penting untuk memastikan aplikasi selalu berfungsi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.



D. Teknologi dalam Pengembangan Aplikasi

    Biasanya teknologi yang umum digunakan dalam pengembangan aplikasi bisnis mencakup sistem basis data seperti MySQL dan MariaDB, dsb.


E. Keamanan Aplikasi Bisnis

    Keamanan aplikasi bisnis cukup penting untuk melindungi data dan fungsi aplikasi dari ancaman hacking atau cracking.


F. Kesimpulan

    Pengembangan aplikasi bisnis adalah proses pembuatan perangkat lunak yang membantu organisasi menjalankan aktivitasnya secara lebih efisien. Aplikasi bisnis terdiri dari berbagai jenis, seperti ERP untuk manajemen sumber daya, CRM untuk hubungan pelanggan, BI untuk analisis data, dan SCM untuk pengelolaan rantai pasokan.

    Proses pengembangan aplikasi bisnis meliputi beberapa tahap utama: analisis kebutuhan bisnis, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pengujian, serta implementasi dan pemeliharaan. Dalam pengembangannya, berbagai teknologi seperti sistem basis data digunakan untuk memastikan aplikasi berjalan optimal. Selain itu, keamanan aplikasi bisnis juga menjadi faktor penting dalam melindungi data dan fungsi aplikasi dari ancaman siber.

 

Monday, May 4, 2020

APLIKASI LAUNDRY

Proses bisnis 


·         Pelanggan yang ingin mencuci di laundry terlebih dahulu memberi tahu apa yang ingin pelanggan cuci kepada petugas.

·         Kemudian pada aplikasi laundry petugas mengisi data pada form pengisian yang berisi : id petugas, nama pelanggan, alamat pelanggan, no.telp pelanggan, jenis pencucian, tanggal masuk cucian, tanggal keluar cucian, berat cucian, lalu harga total.

·         Setelah selesai menginput data pencucian, data kemudian dicetak dalam bentuk nota pembayaran.




Tabel Database

1. Pelanggan
           
Nama field
Keterangan
nama
Nama pelanggan
alamat
Alamat lengkap pelanggan
no_telp
No. telp pelanggan yang bisa dihubungi

2. Petugas / Karyawan
Nama field
Keterangan
id_petugas
Nomor identitas karyawan
nama
Nama karyawan
alamat
Alamat karyawan

3. Pencucian
Nama field
Keterangan
id_petugas
Nomor identitas karyawan
nama
Nama pelanggan
alamat
Alamat lengkap pelanggan
no_telp
Nomor telp. Pelanggan
jen_cuci
Jenis pencucian
tgl_msk
Tanggal cucian masuk
tgl_klr
Tanggal cucian keluar
berat
Berat cucian
harga
Harga cucian
total
Total harga cucian




ERD (Entity Relational Diagram)