Soal 1: Analisis Kebutuhan Pengguna
Langkah-langkah mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan bisnis untuk aplikasi "InovasiMart":
-
Stakeholder Identification
Mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, seperti pelaku UMKM, pembeli, pemilik startup, dan pengelola logistik. -
User Research
-
Observasi Lapangan: Mengunjungi lokasi UMKM di daerah pedesaan untuk memahami cara mereka bekerja.
-
Wawancara: Bertanya langsung kepada pelaku UMKM tentang kebutuhan, kesulitan, dan harapan terhadap aplikasi.
-
Kuesioner: Menyebarkan survei ke target pengguna untuk mengumpulkan data kuantitatif.
-
-
Analisis Proses Bisnis Saat Ini
Menganalisis alur bisnis manual mereka saat ini, termasuk bagaimana mereka memasarkan, menjual, dan mengirimkan produk. -
Menyusun User Persona
Membuat representasi pengguna berdasarkan hasil riset, termasuk kebutuhan, keterbatasan teknologi, dan tingkat literasi digital. -
Mendefinisikan Kebutuhan Fungsional dan Non-fungsional
Contoh kebutuhan fungsional: upload produk, pembayaran digital, notifikasi pengiriman.
Contoh non-fungsional: aplikasi ringan, dukungan offline, keamanan data.
Metode yang dipilih: Wawancara, observasi, dan persona analysis, karena metode ini paling sesuai untuk kondisi pedesaan dan keterbatasan teknologi.
Soal 2: Evaluasi Strategi Pengembangan
Waterfall:
-
Kelebihan: Terstruktur, mudah dimanajemen, cocok untuk proyek dengan kebutuhan tetap.
-
Kekurangan: Sulit beradaptasi dengan perubahan, tidak fleksibel, feedback pengguna lambat diterima.
Agile:
-
Kelebihan: Iteratif, cepat beradaptasi dengan perubahan, melibatkan pengguna di tiap tahap, memungkinkan rilis cepat.
-
Kekurangan: Membutuhkan tim yang fleksibel dan komunikasi intensif, dokumentasi bisa minim.
Rekomendasi: Pendekatan Agile lebih sesuai.
Alasannya: Startup seperti InovasiMart membutuhkan kemampuan adaptasi tinggi terhadap kebutuhan pasar dan umpan balik pengguna yang cepat, terutama karena pengguna UMKM kemungkinan memberikan masukan setelah mencoba fitur secara langsung.
Soal 3: Sintesis Desain Antarmuka
Konsep UI/UX untuk UMKM Pedesaan:
-
Tampilan Sederhana dan Ikonik
Gunakan ikon besar, teks sederhana (bahasa lokal bila perlu), dan navigasi linear (step-by-step). -
Fitur Utama:
-
Katalog Produk: Mudah mengunggah foto, input nama dan harga.
-
Keranjang dan Pembayaran: Tampilan jelas, metode pembayaran lokal (e-wallet, transfer bank).
-
Notifikasi Sederhana: Info status pesanan dengan ikon mudah dimengerti.
-
Panduan Pemakaian: Tutorial visual atau video pendek.
-
Bantuan Cepat (Live Chat atau WA).
-
Manfaat Desain:
-
Meningkatkan keterlibatan dengan pengalaman pengguna yang ramah dan tidak membuat bingung.
-
Meningkatkan kenyamanan karena user bisa menjalankan aplikasi dengan minim bantuan teknis.
Soal 4: Analisis Keamanan Data
Potensi Risiko Keamanan:
-
Kebocoran Data Pribadi: Nama, alamat, nomor HP.
-
Penyalahgunaan Data Transaksi.
-
Serangan Phishing atau Malware.
-
Akses ilegal ke akun pengguna.
Strategi dan Teknologi Perlindungan:
-
Enkripsi Data (AES untuk penyimpanan, TLS untuk transmisi).
-
Autentikasi Ganda (2FA) untuk akun pengguna.
-
Validasi Input untuk mencegah injection dan XSS.
-
Backup Rutin dan Recovery Plan.
-
Firewall & Proteksi Aplikasi Web (WAF).
-
Edukasi Pengguna tentang keamanan digital.
Manfaat Strategi:
Solusi ini menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Edukasi juga membantu pengguna agar tidak menjadi target penipuan.
Soal 5: Evaluasi Dampak Sosial
Dampak Positif:
-
Akses Pasar Lebih Luas bagi UMKM pedesaan.
-
Digitalisasi Usaha mendorong efisiensi dan pencatatan lebih baik.
-
Peningkatan Literasi Digital.
-
Pemberdayaan Ekonomi Lokal.
Dampak Negatif:
-
Ketimpangan Akses Teknologi (bagi daerah tanpa internet).
-
Ketergantungan Platform.
-
Risiko Penipuan Digital.
Langkah Mengelola Dampak:
-
Pelatihan Digital untuk pengguna baru.
-
Pendampingan UMKM secara berkala.
-
Dukungan Offline atau Fitur Lite Mode.
-
Sistem Pelaporan dan Proteksi Konsumen.
-
Kampanye Literasi Keamanan Digital.